About
Name: Patty
From: Bandung, Jawa Barat, Indonesia
About me:
I am a mother of Brigitta Nathania Viany and a wife of Andrianto. Just turn 30, still working as a finance. View My Profile
Hate & Love
  • Hate : Sebel ama org yg suka ingkar janji & ama orang yg muna.
  • Love : Good food & window shopping.
  • My music : Easy listening music, Peter Cetera, David Foster.
  • My books : Donald bebek, Harry potter, St. Claire, Sapta Siaga, Trio detektif.
  • My Movie : Drama, komedy & film keluaran disney.
  • Last Entries

    Archieves
     
     

    Wednesday, October 29, 2008
    RUD ??
    Gua & Dr. Wati (duhh miss u so much bun !!)

    Kadang kita sebagai orang tua suka panik kalo anaknya tiba2 sakit. Begitu juga dengan gua. Duluuuu sebelum gua berkenalan dengan milis Balita Anda & Sehat, begitu anak sakit sedikit pasti gua panik. Entah cuman karena batuk/pilek/demam. Sakit sedikit pasti langsung gua bawa ke dokter. Maklum aja gua kan belum berpengalaman & gag ngerti gmn cara men-treat kl anak sakit. Pernaahhh nih waktu itu Viany sakit & selama 3 minggu dia dikasih AB. lama2 kan gua mikir knp anak gua dikasih AB terus menerus padahal dia itu awalnya hanya demam trus tiba2 muncul radang tenggorokan & terakhir diare. Ternyata Viany sakit terus menerus krn tubuh dia itu gag kuat dikasih AB dr pertama. Hikss. Nyeseeellllll. Knp gua gag ngerti samsek soal itu. Tapiiiii puji syukur gua bisa cepat berkenalan ma milis BA & terutama dengan milis SEHAT. Apalagi kemudian gua bisa berkenalan langsung dengan dr. Wati pas mengadakan seminar pesat 1 di bdg. Huaaa gua bener2 nyeseeell banget dulu begitu mudahnya gua nyekokin Viany dengan obat2an gag perlu. Sulit banget menemukan seorang dokter spt beliau yang begitu berdedikasi pada pekerjaannya yang begitu mencintai dunia anak2 sampai2 beliau kadang mengorbankan kepentingan dirinya demi untuk mendidik kami2 ini para orang tua agar bisa menjadi pintar & menjadi rasional. Ngomong2 soal rasional. Kadang suka gemesss deh liat dokter2 di indo yg gampang banget ngasih AB yg gag perlu ke anak2 pdhl kadang mereka cuman batpil doank ato kadang mereka ngasih puyer yg sebenernya sudah tidak diperbolehkan lagi diberikan karena efek sampingnya yg tidak diketahui (polifarmasi). Keknya lebih asik dokter2 di LN sono yah. Ayo yg tinggal di Ln coba kasih tanggapan donk. Mereka gag sembarangan ngasih obat kek disini. Emang sih gag semua dokter di indo gitu tapi sebagian besar ya begitu. Di milis banyak banget para parent yg nanyain dmn dokter yg RUD (rasional used drug) yg bisa mereka temuin. Duluuu itu juga merupakan pertanyaan yg sering gua ajukan. tapi dengan berjalannya waktu & makin banyaknya ilmu yg gua dapetin dr seminar pesat, buku2, sharing dimilis & artikel2 yg gua baca makin sadar juga sebenernya antara pasien & dokter diperlukan suatu kerjasama. Tanpa adanya kerjasama akan sia2 aja semuanya. Spt yg kmrn sicantik tulis (curhat) di milis *ijin copas ya dok !!*

    "hai... udah lama gak curhat
    hmmmm sebenarnya ya susah kalau mencari yang benar benar RUD... hmmm susah... meng-RUD-kan dokter itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlalu banyak resistensinya. Makanya milis ini lebih berusaha untuk membuat kita sebagai konsumen kesehatan yang bertindak rasional.
    Oh iya, sekaligus nih disini sebagai perwakilan manajemen markas sehat, mau minta maaf. Maaf atas segala ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama ini. Maaf atas kekurangan pelayanan yang bisa kami berikan. Mohon maaf karena, sedikitnya tenaga yang terlibat, sehingga kami belum bisa memberikan layanan yang semaksimal dan seprofesional mungkin. Oh iya, tentunya tidak lupa kami mengucapkan sebesar besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami.
    Berbicara mengenai kepercayaan. Seperti yang saya ucapkan sebelumnya, terima kasih banyak. Tapi, mohon maaf, kalau kami minta untuk tidak terlena dengan kepercayaan itu sehingga mempercayakan seratus persen pada kami. Tolong dimengerti, kami disini adalah dokter sekaligus manusia biasa, kami juga tidak luput dari kesalahan, dan kami juga masih banyak kekurangan. Sebagai contoh, pernah ada yang mengeluh kepada DSA-nya (note: kami di sini dokter umum bukan DSA), karena salah satu dokter disana mengatakan bahwa kondisi anak baik baik saja, berdasarkan pemeriksaan saat itu dan keterangan dari orang tua pasien, ternyata anaknya mengalami perburukan. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi, kalau orang tua pasien (maaf tidak bermaksud menyinggung) tidak terlalu terlena dengan apa yang dikatakan oleh dokter tersebut. Ya... dokter memberikan pendapat berdasarkan apa yang dia temui saat itu, tapi observasi kondisi anak itu menjadi tanggung jawab orang tua, walaupun di satu sisi dokter tersebut mungkin lalai untuk mengingatkan orang tua untuk tetap mengobservasi dan memberi info lebih lanjut bila terjadi apa apa (dan kami minta maaf sebesar besarnya atas hal ini). Jadinya, sebenarnya yang berpegang dalam RUD ini adalah dari kita sendiri (orang tua).
    Kami sebagai dokter bila pasien sudah percaya, maka berapa mahalnya obat yang harus ditebus, mungkin tidak akan peduli, karena kami yakin pasien kami akan menebusnya. Tapi insya Allah kami tidak seperti itu ya. Bukan itu yang kami inginkan. Seperti yang sudah sering dikemukakan di milis ini, it takes two to tango. Jadi bergandengan tangan. Bukan kami yang menggandeng atau bukan kami yang digandeng. Tapi kita saling bergandengan, dokter dan pasien. Modal untuk bergandengan ini adalah pengetahuan. Tidak perlu jadi dokter kuliah 6 tahun hanya untuk tahu kalau batuk pilek tidak butuh antibiotik. Tidak perlu spesialis anak, untuk tahu diare akut obatnya cukup oralit untuk cegah dehidrasi. Pasien yang cerdas, pasien yang bijak, insya Allah mengarahkan dokter untuk bersikap cerdas dan bersikap bijak juga (meskipun ini kembali kepada pribadinya masing masing). Tidak perlu takut diberikan antibiotik kalau memang anak butuh antibiotik. Yang perlu kita kuasai kapan antibiotik itu diberikan. Tidak perlu takut anak diberikan macam-macam obat, toh selama bukan kasus emergency, pemberian obat bisa ditunda, sementara kita mencari informasi dari sana sini. Tidak dapat di milis sehat??? Belajarlah gunakan common sense. Misalkan mengapa batuk tidak diberi obat batuk, karena batuk bukan penyakit, karena tujuan batuk adalah untuk mengeluarkan benda asing (termasuk kuman) yang ada di saluran napas, atau no antibiotic for viral infection, atau definetly no to puyer or polypharmacy. Atau jadilah pasien kritis. Tanyakan diagnosis? Apa penyebabnya? Apa terapinya? Bila dokter menjelaskan dalam istilah indonesia (bukan istilah medis), atau diagnosis dan penyebabnya diketahui tapi terapinya meragukan, tanyakan sejelas jelasnya kepada dokternya. Bila tidak mendapatkan jawaban memuaskan atau terdapat ketidak cocokan antara diagnosis, penyebab, dan terapi yang diberikan, bila kasusnya bukan emergency silahkan mencari second opinion atau dilempar ke milis atau sekali lagi mengingat lalu lintas milis yang padat, coba browsing mengenai kondisi anak/pasien tersebut.
    Biasakan untuk membawa sumber bacaan yang terpercaya. Boleh saja membawa buku bayiku anakku atau QnA tapi mengingat buku itu buku popular sepertinya resisten dari DSA atau dokter lainnya akan lebih besar, jadi ada baiknya bawa artikel dari berbagai sumber ilmiah yang berbeda (misalkan dari AAP, RCH, WHO, kidshealth, mayoclinic, dsb), sehingga menyingkirkan kesan subjektifitas. Dan saat diskusi mohon untuk tidak mendiskreditkan pihak manapun. Terus terang kami sedih, kalau kegiatan kami yang dianggap aneh (bahkan ada yang ekstrim mengatakan kami adalah aliran sesat), apalagi dianggap sebagai ajang menjelekkan dokter lain. No... kami tidak pernah berusaha menjelekkan dokter lain. Bila kami menyatakan hal yang berbeda, bukan asal berbicara, tetapi memang berdasarkan dari sumber yang ada. Jadi bukan semata mata menyalahkan dokter yang sebelumnya. Tapi sekali lagi... jangan terlena. Kritisi kami. Semakin banyak koreksi, akan semakin banyak perbaikan untuk kami, semakin meningkatkan pengetahuan kami. Guru terbaik kami adalah pengalaman dalam arti pengalaman dalam menerapkan ilmu yang sebenar benarnya bukan pengalaman memberikan terapi sesuai dengan pikiran sendiri. Dan kami mendapatkan itu semua dari pasien/orang tua pasien kami. Jadi... jangan terpaku dengan apa yang kami katakan... tanyakan sejelas jelasnya... ingatkan kami... beritahu kami... Jujur saja kami tidak akan menjadi kami yang sekarang ini bila kami tidak memiliki pasien yang sehebat para Sp disini (tidak melupakan segala kekurangan yang ada pada kami tentunya). Pasien yang datang dengan membawa catatan untuk menjadi bahan diskusi, pasien yang datang dengan tepat ketika memang waktunya untuk datang ke kami, atau pasien yang sangat kritis, atau pasien dan Sp yang memberi kami informasi-informasi terbaru, atau pasien datang dengan kasus yang belum pernah kami terima sebelumnya sehingga kami harus membuka buku buku yang ada dimeja praktek, dan lainnya. Kami sangat berhutang budi pada pasien-pasien kami dan tentunya para Sp disini. Ilmu itu seperti pisau, semakin diasah semakin tajam. Dan itulah salah satu manfaat saling berbagi, saling mengkritisi, baik di milis ini maupun dalam kehidupan sebagai dokter pasien.
    Maaf bila curhatan menjadi ngalor ngidul, intinya please being a rational patient to protect ourself. Parents are the best doctor to their children! Mohon maaf kalau ada kata kata yang tidak berkenan. Mohon maaf kalau postingannya menuh menuhin inbox.

    ps: btw mengenai mencari DSA atau dokter yang RUD hmmm itu juga persoalan sulit yang kami alami. Kami dokter juga bisa sakit, kami juga perlu merujuk, dan sangat kecewa ketika yang kami temui tidak seperti yang kami harapkan, untuk itu kami juga sangat mengerti apa yang dirasakan oleh para Sp yang mencari dokter RUD. Intinya dokter juga manusia lah... hehehheeee "

    eheemm maap kl postingannya rada2 kacau tulisannya tp yg ingin gua sampaikan yaitu kita tidak bisa begitu saja mempercayakan sepenuhnya kesehatan kita ato anak2 kita pada dokter. Kita tetep harus belajar & belajar. Dokter juga manusia yg gag akan luput dr kesalahan. So Let's take two to tango !! Mari bergandengan tangan....

    PS : Ian maap gua gag pajang poto lue soalnya ternyata kita kagak pernah poto bareng hehehehehe

    Labels:

    posted by Patty @ 10:51 PM   9 comments
    Friday, October 24, 2008
    Kontak JODOH
    Hayoo.. hayooo.. apakah kalian mempunyai kakak/adik/sepupu/temen seorang pria yang :

    - berumur 27 -35 tahun
    - tinggi sedang
    - berat badan proporsional (jangan yg obesitas yaaa)
    - siap nikah
    - hobi : makan (tp gag boleh ngabisin jatah org lain)
    - penyayang
    - sll siap ngedengerin curhat panjang lebar (siap aja kuping merah)
    - pekerjaan apa aja yg penting halal kl bisa mah punya perusahaan besar
    - sll siap anter jemput
    - bisa ngemong anak kecil (harus ini demi masa depan)
    - menerima keponakan yg suka tantrum tp lucu berat (suer dehh!!)

    Kl ada yg memenuhi kriteria diatas tolong hubungi gua ato bisa langsung berhubungan sama sicantik ini

    Ehh iya lupa ini dia data2 sicantik :

    - umur dibawah 30 thn (dijamin blm lansia)
    - tinggi : gag tinggi amat sih tp standar lah
    - berat badan : sedikit montok
    - siap nikah tentu saja kl bisa sebelum January ' 09
    - hobi : bikin coklat (slruuppp)
    - Penyayang
    - hmmm kl juteknya kumat bisa ngomel terus
    - pekerjaan : ngobatin orang terutama anak2
    - senang sama anak kecil
    - gag bisa marah sama anak kecil terutama ama si pipi merah
    - demen ngeblog
    - gaul & fungky
    - data2 lainnya bisa lgs ditanyakan sama orgnya lgs

    PS : Iann utang gua lunas yaaa !!! Coklat jd 2 box loh !!!

    Labels:

    posted by Patty @ 8:55 AM   15 comments
    Mid Semester
    Tadi pagi di sekolah Viany ada pertemuan orang tua murid untuk pembagian laporan mid semester. Di pengumuman pertemuan dimulai jam 8 mpe jam 11. Biasanya lg pas PG dulu pas pagi2 itu sepi ato kl pun kudu ngantri kagak akan lama banget jadi td pagi gua juga nyantai aja. Brkt dr rumah jam 8.10 & nyampe 5 menit kemudian. Terereng ternyata sodara2 perkiraan gua salah besar. haduuhhh gua dapet no urut 21 sedangkan yg baru masuk no urut 4. Haiyyaaahh cilaka besar neh. Mana gua tuh janji ma si bos gua bakal datang ke kantor jam 11 an paling lambat. Kalian tau sendiri kan kl kantor gua skrg itu di pelosok desa sono yg jauh dr mana2. Duhhh kepala lgs cenut2 gmn neh. Andri dah ngusulin spy gua lgs ngantor aja gag usah ikutan pertemuan ini biar si bos kagak manyun. Tp gua kepengen banget ketemu ma gurunya Viany & ngobrol2 ama mereka soal perkembangan Viany di skul. Kan jarang2 gua punya kesempatan ke skul Viany semenjak kantor gua pindah itu. Semenjak pindah itu gua boro2 mo ke skul Viany kl dah nyampe kantor yg ada gua dah males kl disuruh ke bdg lagi. Cape di jalan bo. Biasanya tiap 2 minggu sekali gua suka ke bank skalian kl pas waktunya gua jemput viany di skulnya tp skrg mana bisa. Makanya gua gag mau melewatkan kesempatan itu. Tp emang kl org baik itu pasti ada yg nolong dah *suit suit* (dilarang protes yaaaa !!). Tiba2 pas ngobrol ama salah 1 ortu disitu (anaknya beda kelas ma Viany) dia ngasih ide buat tukeran nomer aja ama yg lebih dulu. Laahh berhubung gua jarang beredar di skul gua kan mana deket ma ortu lainnya. Dia yg lgs ambil alih dia lgs ngomong ma temen se gank nya dia yg anaknya sekelas ma Viany. Dia minta tolong spy ada yg mo tukeran soalnya gua kudu balik ke padalarang buat gawe lagi. Duuhhh gua sebenernya gag enak hati aja main nyerobot gitu tp ya mo gmn lagi abis kl gag pasti si bos bakal tambah ngamuk ma gua kl gua dtg lebih siang lagi (cerita soal si bos nanti gua ceritain di postingan lain). Akhirnya ada juga yg mo tukeran. Duhhh baik banget ya. Akhirnya gua dapet no 9. PTL !! tentu gua sbg org yg tau berterimakasih gag lupa donk ngucapin berribu2 terima kasih dah mo bantu gua. Hiip..hipp hooraayyy gag sia2 gua datang buat ketemu ma gurunya Viany dah. Menurut gurunya Viany itu bisa mengikuti semua pelajaran yg diberikan di sekolah. Hasil gambar viany jg termasuk yg bagus. Viany bisa bersosialisasi dengan baik dengan teman2nya bahkan dia mau membantu temannya kl temannya ada yg gag bisa. Gurunya puas dengan Viany hanyaa ada 1 keluhan dr gurunya neh. Katanya Viany terlalu banyak berbicara ma temannya aka tukang ngobrol kekekekekekekeeke. Gag anak gag ibu sama2 bawel rupanya kekekekekeke. dah turunan seh mo gmn lagi. Tp gua cukup bangga ma Viany. Moga sampe akhir taun ajaran dia tetep bisa berprestasi deh (anak TK berprestasi apanya ya ?? hihihihihihi). Papi & mami love u, Viany. GBU !!

    Labels:

    posted by Patty @ 8:06 AM   6 comments
    Sunday, October 12, 2008
    Termehek-mehek
    Ada yg tau gag acara ini ? Gua lg suka banget acara ini. Tadinya gua suka nonton playboy kabel tapi lama2 jadinya bosen. Abis seringnya yg jd target dlm acara ini hampir 98% semuanya itu tergoda. Jd sebel aja ngeliat para cowo yg gag setia macem gitu. Tapi kalo acar termehek2 ini beda. Tujuan dari acara ini mencari org yg hilang. Ada yg cari anak yg dah lama hilang ato ada anak yg cari ortunya ato ada yang cari pacar yang menghilang. Acara ini disiarkan di trans TV tiap hari sabtu & minggu jam 18.30. Panda & Mandala sbg host juga bagus. Acara ini bener2 bisa membuat gua menjadi termehek2 aka mewek soalnya kadang2 suka sedih, terharu, ikut emosi dll.

    bentar ya mo nonton dulu yaaa..

    back,
    Episode kl ini ttg seorang ibu yg nyari anaknya yg dah 3 thn dipisahin. Si ibu dulu lg SMA melakukan hubungan terlarang ama pacarnya & akhirnya mengahasilkan baby yg gag berdosa. Si pacar gag mo mengakui anaknya itu & juga kakek si ibu emang gag setuju ama hubungan mereka. jadilah mereka dipisahkan. Si ibu disuruh kuliah ke LN. Dia mau krn dia merasa berutang budi ama si kakek yg miara dia sejak kecil semenjak ortunya gag ada. Setelah 3 tahun dia akhirnya plg ke indo & dia bertekad mencari anaknya itu. Dia taunya anak itu dititipin di keluarga si pacar. Pas dicari2 taunya keluarga pacarnya itu dah pindah rumah. Singkat cerita si cewe ini akhirnya ketemu ama mantan pacarnya & mereka ribut. Si mantan bilang itu bukan anak dia & bisa aja anak dr cowo lain. Truss lgs dah dpt hadiah tamparan dr si cewe. Si cowo bilang harusnya dia nanya ama kakeknya bukan ama dia krn dia & keluarganya gag miara tuh anak. Jd akhirnya mereka semua ke rumah si kakek buat nanyain tp ternyata si kakek gag ada ditempat. Mereka bertemu ama budenya tp ternyata si bude gag tau apa2. Jd mereka mencoba bertanya ke ajudan si kakek. Si ajudan mengaku dulu pernah disuruh mengantarkan seorang bayi ke seseorang. Tp dia gag tau bayi siapa itu. Dari si ajudan ini akhirnya diberikan 1 alamat & mereka pun mendatangi alamat itu. Ternyata benar di dalam rumah itu emang ada anak kecil yg berumur 3 thn. Naluri keibuannya pun mengatakan kl anak itu emang anak dia & ternyata benar. Tp tentu aja org yg mengasuhnya gag mau begitu aja mengakui & dia melaporkan pd kakek si cewe itu. Sayang di episode ini tidak diceritakan secara detail akhirnya gmn stlh si kakek cewe itu datang. Jd rada gantung gitu. Tp semuanya dah yakin kl itu emang anak si cewe itu.

    Labels:

    posted by Patty @ 7:26 AM   16 comments



    Time
    Friends
    Tagboard

    Free Image Hosting




    Total Visitor




    User Online


    Designed-By

    • Visit Me Klik It

    Modified By
    • Angina

    Credits
    • 15n41n1

    • mad on imac

    • best view firefox